Warga Rusunawa telah dibuat geger setelah setiap bulannya selalu
dimintai uang untuk air yang jumlahnya tidak sesuai dengan kehendaknya.
Dan jumlah tersebut tentu melesert dengan apa yang menjadi jumlah
menurut sepengetahuan masing-masing warga ketika membayar secara resmi di PDAM.
Menurut salah seorang penghuni rusun yaitu Tulus, penghuni rusun
sendiri, setiap bulannya dia harus mengeluarkan uang sebesar 60 ribu untuk air.
Sedangkan sebelumnya dia dan masyarakat yang tinggal di rusun
sendiri hanya membayar 20 ribu ketika membayar air secara resmi kepada PDAM.
Setiap bulannya petugas yang mengatasnamakan sebuah utusan dari
Rt/Rw setempat, selalu menariki uang untuk air sebesar 60 kepada semua penduduk
rusun.
Sehingga warga Jakarta yang tinggal di Rusun sendiri harus
mengeluarkan anggaran lebih hanya untuk membayar air yang digunakan untuk
kehidupan sehari-harinya.
Sejauh ini masyarakat sendiri dibuat bingung dengan adanya tarif
baru air yang ada di rusun Tanah Abang, Jalan Kebon Kaccang 41 Jakarta Pusat.
Yang pasti menurut masyarakat sendiri ini adalah manipulasi biaya
air yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan Rt/Rw.
Masalah tarif air yang tidak biasa tentulah membuat geger semua
masyarakat yang ada di rusun tersebut.
Karena tentulah kenaikan
tarif tersebut justru akan menambah penderitaan rakyat-rakyatnya yang tinggal di
rusun, serta hidup, mencari makan di ibu kota Jakarta tersebut.
Di sinilah peran pemerintah untuk mengambil sikap tegas kepada
oknum-oknum yang telah dengan begitu tega memanipulasi biaya air tersebut.
Sehingga dengan adanya sikap tegas yang ditunjukan oleh Pemrov DKI,
bisa menghilangkan praktek monopoli air yang terjadi di rusun Tanah Abang,
Jakarta Pusat.

Belum ada tanggapan untuk " Warga Rusun Mengeluh Ada Manipulasi Air"
Post a Comment