Masalah
sampah di Surabaya memang terus ditekan dan dicarikan solusi, sehingga
penumpukan sampah bisa dikurangi yang hingga akhinya bisa menciptakan
lingkungan yang sehat.
Dan upaya
yang sudah dilakukan masyarakat dan pemerintah Surabaya sendiri adalah sudah
adanya pengelolahan sampah yang bisa menjadi kerajinan-kerajinan yang mempunyai
nilai ekonomis.
Selain
itu di surabaya khusunya di tempat pembuangan akhir, (TPA), sampah sudah diolah
menjadi listrik berkekuatan 2 megawat.
Dan jumlah
pengelolahan sampah menjadi listrik ini akan terus ditingkatkan dan kemudian di
jual kepada pihak PLN, yang tentunya bisa menambah biaya oprasinal.
Adapun
strategi baru untuk menanggulangi sampah juga sudah disiapkan oleh Wali kota
Surabaya Risma harini, yaitu dengan mengutus 28.600 kader, dan 256
fasilitasitator.
Ribuah
dan ratuasan kader dan fasilitataor tersebut akan ditugaskan untuk
mensosialisaikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat luas untuk
bersama-sama menjaga lingkungan dari sampah.
Sehingga
dengan upaya ini diharapkan masyarakat Surabaya bisa lebih sadar dengan dampak
yang ditimbulkan oleh sampah dan lebih peduli lagi dengan lingkungan.
Dengan
demikian masalah sampah bisa terselesaikan karenanya ada kesadaran dari
masyarakat itu sendiri untuk berbondong-bondong menanggulangi masalah sampah.
Risma
sendiri optimis cara ini bisa digunakan untuk menjamin lingkungan Surabaya dan
Indonesia terbebas dari sampah pada 2020.
Semua
itu dia katakan ketika berpidato di depan wakil presiden RI Jusuf kala, dan
ketua pemda pada saat acara hari sampah nasional (HSN) pada 28 Februari 2017.

Belum ada tanggapan untuk "Penaggulangan Sampah Ala Tri Risma Harini"
Post a Comment