Kejadian tentang penembakan seorang mahasiswa Unmuh Jember yang hingga akhinya meninggal telah terjadi
pada (11/3/17), di Jember, Jawa timur.
Kejadian tersebut bermula ketika seorang korban
bernama Dedi, yang kala itu berboncengan bersama temannya menyalip mobil, dan
mendahuluni mobil tersebut.
Supir mobil tersebut yang merupakan seorang
polisi lantas turun dari mobil dan menegur sang korban yang tiba-tiba melintas
di depannya tersebut.
Supir mobil tersebut merasa terganggu dengan
kendaraan korban yang tiba-tiba berjalan di depan mobilnya dengan kecepatan
sangat lambat.
Di situlah hingga akhinya terjadi percekcokan
antara tersangka dan juga korban, dan bahkan dalam percekcokan tersebut supir
mobil yang merupakan anggota polisi sudah memperlihatkan senjata apinya.
Namun korban yang melihat pelaku membawa
senjata api berusaha untuk merebut senjata api yang dimiliki oleh pelaku.
Namun usaha dari pada korban untuk merebut
senjata yang dimiliki oleh pelaku tidak berhasil.
Korban akhinya lari dan menghidar, sedangkan si
pelaku melepaskan peluru ke arah muka dari korban hingga akhinya membuat kepala
korban pecah tertembak peluru yang keluar dari pistol sang pelaku.
Penyebab terjadinya pembunuhan dalam pristiwa
ini memanglah terdengar sangat sepele, sehingga sangat disayangkan bila hingga
akhinya masalah yang sangat sepele tersebut harus meregang nyawa.
Ini tentu bisa menjadi perhatian untuk anggota
kepolisian yang lain untuk lebih bijak menggunakan sejata api.
Jangan sampai senjata api yang seharusnya
melindungi masyarakat, malah justru melukai masyarakat dan membunuhnya.
Dan walaupun pelaku adalah seorang anggota
penegak hukum, pemberian hukuman kepada pelaku harus tetap dilakukan.
Karena di negeri ini siapa saja yang melanggar
hukum maka dia wajib dan harus dikenakan sebuah sangsi berupa hukuman yang
tertulis di dalam undang-undang yang berlaku di negeri ini.

Belum ada tanggapan untuk "Seorang Mahasiswa Universitas Muhamadyah Jember Tewas Ditembak Polisi"
Post a Comment