Strategi Baru ISIS Menjadikan Anak Anjing Sebagai Bomber

ISIS organisasi Islam yang mempunyai pemikiran dengan garis keras, sehingga semua tindakannya tersebut selalu menjadi kontroversi.

Dikutip dari sebuah situs Liputan 6.com, ISIS mepunyai strategi baru untuk meneror musuh-musuhnya, yaitu teror menggunakan anak anjing.

Anak anjing tersebut diberi bom dan dipaksa untuk pergi ke wilayah lawan dengan harapan bisa meledakan wilayah lawan tanpa terlibat baku tembak.

Namun usaha untuk meledakan wilayah lawan itu berhasil dihalau setelah kelompok pembrontak dari Irak yang merupakan lawan dari ISIS itu sendiri.

Para kelompok pemberontak itu berhasil menjinakan bom yang ada di tubuh anak anjing tersebut.

Menurut keterangan dari sang pemberontak Irak sendiri anak anjing tersebut berjalan masuk ke wilayah Irak dengan tubuh  yang terikat tali yang ada botol dan aliran listrinya.

Dan botol tersebutlah yang merupakan bahan peledak yang tujuannya adalah untuk meledakan wilayah Irak.

Sebelumnya ISIS juga telah melakukan penyerangan dengan menggunakan drone, yaitu derone yang juga membawa bom tangan.

Tetapi usaha meledakan wilayah musuh dengan drone dapat dihalau oleh pemerintah Irak, dan juga kelompok pemberontak.

Diketahui ISIS mempunyai misi untuk terus mempertahankan kota Mousul di Irak, dan Raqqa di Suriah.

Sehingga adu tembak dan adu strategi saling menghancurkan terus terjadi di timur tengah, karena adanya ambisi untuk saling menguasai dan saling menghancurkan. 

Apa yang dilakukan ISIS setidaknya telah membuat warga Suriah dan Irak begitu cemas atas nasibnya kelak, dan kehidupannya di masa yang akan datang.

Karena ISIS sendiri tidak pernah segan-segan untuk membunuh dan menghancurkan siapa saja yang menajdi musuhnya termasuk Islam.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk " Strategi Baru ISIS Menjadikan Anak Anjing Sebagai Bomber"

Post a Comment